Airbus Inspeksi 16 Pesawat Terbesar A380 usai Ada Retakan Sayap

Jakarta, USA Magazine Indonesia

Airbus

mengumumkan akan melakukan inspeksi 16 pesawat superjumbo A380 setelah ditemukan retakan pada salah satu komponen penting sayap di lima pesawat yang dioperasikan Emirates dan Qantas.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) memerintahkan inspeksi mendesak yang mewajibkan maskapai memeriksa struktur

wing spar

atau balok utama sayap pada pesawat yang terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui pernyataan pada Selasa (23/6), Airbus menuturkan perintah inspeksi mendadak itu dikeluarkan setelah retakan ditemukan saat pemeriksaan perawatan rutin

Retakan tersebut ditemukan pada balok struktural yang membentang sepanjang sayap dan berfungsi menahan sebagian besar beban aerodinamis yang diterima pesawat bertingkat dua terbesar di dunia itu saat terbang.

Dikutip

AFP

, maskapai yang saat ini mengoperasikan Airbus A380 antara lain Emirates, Singapore Airlines, British Airways, Qantas, Lufthansa, Qatar Airways, Korean Air, Etihad Airways, ANA, dan Asiana Airlines.

Dari total 16 pesawat yang harus diperiksa, 15 di antaranya dioperasikan oleh Emirates dan satu pesawat oleh Qantas. Lima pesawat yang diwajibkan menjalani inspeksi segera seluruhnya milik Emirates. Proses pemeriksaan dijadwalkan dimulai paling cepat pada Rabu.

Emirates merupakan operator A380 terbesar di dunia dengan armada yang mencakup lebih dari separuh seluruh A380 yang masih aktif beroperasi. Airbus sendiri menghentikan produksi pesawat tersebut pada 2021.

Sementara itu, Airbus A380 merupakan pesawat penumpang terbesar di dunia.

“Inspeksi akan dimulai dalam 48 jam ke depan dan seluruh pekerjaan yang diperlukan akan diselesaikan sebelum pesawat kembali beroperasi,” kata Emirates pada Rabu.

Maskapai itu menambahkan pihaknya akan bekerja sama secara erat dengan Airbus dan otoritas terkait untuk meminimalkan gangguan terhadap jadwal penerbangan.

Menurut Airbus, retakan yang ditemukan berpotensi mengurangi integritas struktural sayap pesawat. Temuan tersebut muncul dalam inspeksi yang diperintahkan EASA melalui arahan keselamatan yang diterbitkan pada Desember 2025.

Airbus menyatakan seluruh pesawat A380 yang memiliki riwayat produksi serupa telah diidentifikasi, dan lima pesawat akan menjalani inspeksi segera.

Pabrikan pesawat yang berbasis di Toulouse, Prancis, itu juga akan berdiskusi dengan EASA untuk menentukan apakah perbaikan lebih lanjut diperlukan, kata juru bicara Airbus.

Sementara itu, 11 pesawat lainnya dapat diperiksa pada tahap berikutnya, namun wajib menjalani inspeksi sebelum menyelesaikan 13 penerbangan berikutnya, atau sekitar 25 siklus operasi.

Dalam industri penerbangan, satu siklus mencakup satu penerbangan lengkap yang terdiri dari lepas landas dan pendaratan.

A380 sebelumnya juga pernah menghadapi masalah terkait sayap. Pada 2012, EASA memerintahkan inspeksi terhadap seluruh armada A380 di dunia setelah ditemukan retakan pada bracket yang menghubungkan lapisan luar sayap dengan rangka internalnya.

Masalah tersebut berdampak pada seluruh armada A380 global dan memaksa Airbus menjalankan program perbaikan besar yang menelan biaya tinggi. Airbus kemudian mengatasi persoalan tersebut melalui perubahan desain pada pesawat-pesawat yang diproduksi setelahnya.

(rds/bac)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video USA Magazine]

Baca lagi: AS Izinkan Lagi Penjualan Minyak Iran di Tengah Negosiasi Damai

Baca lagi: Honda Luncurkan Generasi Kesembilan Vario 160, Kini Punya Nama Baru

Baca lagi: IHSG Ambruk 3,56 Persen ke 5.883 Rabu Sore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: