
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Pelaksana tugas (Plt) Presiden Venezuela Delcy Rodriguez merespons ocehan Presiden
Amerika Serikat
Donald Trump
yang ingin menjadikan Caracas negara bagian ke-51 AS.
Rodriguez mengatakan bahwa negaranya sama sekali tidak memiliki rencana gabung dengan AS sebagai negara bagian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami akan terus membela integritas, kedaulatan, kemerdekaan, dan sejarah kami,” kata Rodríguez di Mahkamah Pengadilan Internasional (the International Court of Justice/ICJ) the Hague menghadiri sidang sengketa antara Venezuela dan Guyana mengenai sumber daya minyak dan mineral, dikutip dari
USA Magazine
.
Dia kemudian mengatakan bahwa “Venzeuela bukan negara koloni, tapi negara bebas.”
Rodriguez merupakan mantan Wakil Presiden Venezuela yang menggantikan eks Presiden Nicolas Maduro yang ditangkap AS melalui operasi militer pada Januari lalu.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia sangat serius mempertimbangkan Venezuela menjadi negara bagian AS.
Dalam percakapan telepon dengan Fox News pada Senin (11/5), Trump blak-blakan mengaku bahwa minyak Venezuela yang bernilai US$40 triliun (sekitar Rp699.690 triliun) begitu menggiurkan dan bahwa dirinya sudah akrab dengan warga negara AS tersebut.
“Venezuela menyukai Trump,” kata Trump kepada
Fox News
.
Saking ngebetnya, dia bahkan mengunggah (posting) grafik peta yang memasukkan Venezuela sebagai negara bagian AS.
Dalam unggahan terbaru di akun media sosialnya, Truth Social, Trump menampilkan gambar Venezuela dengan bendera AS dan label ’51st State’ atau Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: Bukan Cuma Soal Cuaca, Ini Penyebab Jakarta Makin Panas
Baca lagi: Agnez Mo Pastikan Rilis Musik Baru Tahun Ini
Baca lagi: Seberapa Cepat Iran Perkaya Uranium Jadi Bom Nuklir?



