
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Gelombang panas ekstrem
(
heatwave
) melanda sejumlah negara di Eropa dari
Inggris
, Prancis, hingga Jerman sejak awal Juni.
Gelombang panas ini mengakibatkan kerusakan bahkan hingga korban meninggal dunia di sejumlah negara. di Prancis, Kementerian Kesehatan negara itu membeberkan angka kematian terkait
heatwave
bahkan tembus 2 ribuan lebih dalam sepekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah fasilitas umum di Jerman pun dikabarkan rusak akibat ‘sengatan’ gelombang panas. Bantalan rel hingga lampu lalu lintas meleleh.
Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Hamburg, Jerman, Jismi Akmam Bukhara membagikan cerita ‘serangan’ gelombang panas ekstrem tersebut.
“Panasnya terasa menusuk. Rasanya megap-megap (kesulitan napas) jika berada di luar ruangan, udaranya berasa berat,” kata Jismi saat dihubungi USA MagazineIndonesia.com, Jumat (3/7).
Meski demikian, ia mengatakan panas ekstrem di Jerman tidak sampai mematikan seperti di Prancis.
Saat siang hari, Jismi membeberkan bahwa warga lebih memilih berada di dalam ruangan. Namun, upaya warga tersebut bukan berarti lolos begitu saja dari gelombang panas. Di dalam ruangan pun masih begitu terasa sesak.
“Di satu sisi, apartemen perlu sirkulasi udara, tapi udara yang masuk bikin rumah seperti microwave. Kalau jendela tidak dibuka, akan jadi ‘pengap’ sekali udara di rumah,” kata pria yang bekerja di perusahaan swasta di Jerman itu.
Ini terjadi karena menurutnya hampir semua rumah di Eropa memang didesain untuk ‘menyimpan’ panas.
“Di Eropa, kebanyakan merupakan beriklim sedang dan dingin. Tapi begitu mendapat panas anomali seperti ini, infrastruktur kacau total. Dan, ini belum tentu yang terparah,” ucap Jismi.
Sama seperti di Prancis, warga pun berebut beli pendingin ruangan atau air conditioner (AC), sebuah pilihan yang sebenarnya bukan menjadi kebiasaan orang-orang Eropa.
“Seminimalnya beli AC portable karena tipe konvensional (permanen) yang kita kenal itu akan sangat
ribet
minta ampun pemasangannya,” ujar Jismi.
“Di sini tidak terlalu banyak yang punya kepemilikan rumah atau apartemen. Jadi untuk instalasi (AC permanen) dan izinnya ke pemilik bangunan akan sangat
ribet
. Rumah-rumah di sini juga tidak didesain untuk pasang AC seperti itu,” ia menambahkan.
Ia membeberkan belum ada kebijakan darurat dari pemerintah karena gelombang panas di Jerman dianggap tidak separah di Prancis.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: Hari Kelima Kebakaran TPA Jatiwaringin, Api Belum Padam-Asap Pekat
Baca lagi: Strategi Changan Tawarkan 2 Versi Deepal S05, BEV dan REEV
Baca lagi: Komparasi JETOUR T1 dan Pesaingnya, Siapa Lebih Mengagumkan?



18 Responses
Artikel ini laksana oase di tengah gersangnya konten berkualitas. Isinya murni daging semua, tanpa drama http://www.kufirst.center.ku.ac.th/ku-rice-festival-2023/
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1991 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1802 bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.
Tulisan ini berhasil melepaskan pembaca dari bias konfirmasi berkat pemaparan fakta yang sangat berimbang http://www.kufirst.center.ku.ac.th/covid-19fiku/
Gaya penulisan yang sangat karismatik, mampu mengikat perhatian pembaca dari awal hingga titik terakhir https://www.kufirst.center.ku.ac.th/asean-food-safety-forum-11/
Sebuah kontribusi pemikiran yang sangat signifikan bagi perkembangan studi di bidang ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/ku_reinventingprogram2021_2/
Tulisan ini bertindak bagai akselerator yang memicu pembaca untuk langsung mengevaluasi sistem kerjanya https://es.wikipedia.org/wiki/Mujeres_en_el_juda%C3%ADsmo
Artikel ini adalah investasi membaca yang sangat menguntungkan karena hasil solusinya bisa langsung dirasakan https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=8163&type=site&rel=1
Sebuah karya tulis yang sangat matang, tajam dalam menganalisis situasi, dan sarat akan nilai edukasi https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=5589&page=8&rel=1
Artikel ini merupakan bentuk investasi intelektual yang sangat menguntungkan bagi pengembangan kapasitas korporasi https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?rel=1&item=18514
Penafsiran data dalam tulisan ini dilakukan secara hati-hati (prudent), menjauhi generalisasi yang berlebihan https://dobbelstenen.uwpagina.nl/
Artikel ini memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam proses pengayaan struktur berpikir dan metodologi analisis kita https://dobbelstenen.allepaginas.nl/
Narasi yang disajikan memiliki legitimasi ilmiah yang kuat, membuat setiap konklusi yang ditarik menjadi tidak terbantahkan https://thehockeywriters.com/tom-wilson-the-next-ones-nhl-2012-draft-prospect-profile-the-next-great-power-forward/
Asli, awalnya bingung tapi abis baca ini jadi langsung connect. Eh sekadar sharing, di https://kldp.org/node/63910 juga ada ulasan yang se-tipe dan seru buat nambah referensi.
Artikel ini memberikan bekal pemahaman makro yang sangat krusial bagi para pengambil keputusan dalam merancang kebijakan https://www.nbcconnecticut.com/news/sports/puckd-puck-headlines-its-malkin-vs-ovechkin/1869613/
Sebuah sumbangsih pemikiran yang sangat prestisius, layak mendapatkan rekognisi luas dan dijadikan rujukan utama dalam diskusi formal https://handwiki.org/wiki/Engineering:Tennis_technology
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://kldp.org/comment/274763 yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://kldp.org/node/61323, lumayan buat pelengkap.