
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Perang
Amerika Serikat
dan Israel melawan
Iran
resmi berlangsung selama dua bulan pada Selasa (28/4).
Per Selasa waktu Jakarta, perang AS vs Iran telah memasuki hari ke-60. Presiden Donald Trump pun menghadapi tenggat waktu dari Kongres mengenai perang melawan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan 1973 War Powers Act (Undang-Undang Perang AS) yang memberikan kewenangan terbatas bagi Presiden untuk melibatkan negara dalam perang, Trump memiliki tenggat waktu sampai 1 Mei untuk meminta persetujuan Kongres guna melanjutkan operasi militer ke Iran.
War Powers Act menyatakan seorang presiden AS harus membatasi pengerahan pasukan dalam konflik yang sedang berlangsung setelah 60 hari, kecuali jika ia diberi otorisasi khusus untuk melanjutkan perang oleh Kongres.
Sederhananya, UU Kekuatan Perang membatasi wewenang presiden AS dalam melibatkan negara dalam konflik bersenjata di luar negeri.
Berdasarkan resolusi tersebut, presiden harus memberitahu Kongres dalam waktu 48 jam setelah memulai aksi militer dan hanya bisa mempertahankan penempatan pasukan di luar negeri selama 60 hari.
Apakah Trump bisa memperpanjang masa perang di Iran?
Trump bisa melanjutkan perang jika Kongres memberikan perpanjangan selama 30 hari, atau mengesahkan otorisasi untuk komitmen yang lebih lama.
Untuk mengabulkan ini, Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat harus mengesahkan resolusi bersama dalam batas waktu 60 hari tersebut. Hal itu belum terjadi hingga saat ini.
[Gambas:Video USA Magazine]
Profesor hukum di Colorado Law School Maryam Jamshidi mengatakan untuk memperpanjang jangka waktu 60 hari selama 30 hari, Trump harus menyatakan secara tertulis ke Kongres bahwa penggunaan kekuatan bersenjata yang berkelanjutan merupakan akibat kebutuhan militer yang tak terhindarkan.
“Di luar jangka waktu 90 [hari] ini, presiden diwajibkan mengakhiri pengerahan pasukan bersenjata AS jika Kongres belum menyatakan perang atau mengizinkan kelanjutan aksi militer,” kata dia, dikutip
Al Jazeera
.
Namun, Jamshidi menggarisbawahi tak ada jalur hukum yang jelas bagi Kongres bisa berhasil memaksa presiden mematuhi persyaratan penghentian perang.
“Dan memang, presiden-presiden sebelumnya menolak untuk melakukan, dengan alasan bahwa bagian dari Resolusi Kekuatan Perang ini tidak konstitusional,” imbuh Jamshidi.
Apakah Trump bisa dapat restu Kongres untuk lanjutkan perang di Iran? Baca di halaman berikutnya >>>
Trump bisa kantongi izin Kongres lanjutkan perang?
Dengan kondisi sekarang, masih jauh dari kepastian apakah Kongres akan mengesahkan aksi militer berkelanjutan terhadap Iran. Ini terjadi karena ada perpecahan antara Demokrat dan Republik di dalam Kongres.
Pada 15 April, upaya membatasi wewenang Trump dalam perang kalah dengan perbandingan suara 47-52.
Sebagian besar anggota Kongres dari Partai Republik masih mendukung Trump melanjutkan perang di Iran. Namun beberapa politikus GOP menyatakan dukungan itu tidak akan berlanjut melewati batas 60 hari tanpa persetujuan resmi Kongres.
“Kita tak boleh mengabaikan betapa luar biasanya kepemimpinan Partai Republik di Senat kita yang menolak untuk melakukan pengawasan terhadap perang yang menelan biaya miliaran dolar setiap minggunya,” kata Senator Demokrat Chris Murphy.
Sebagian besar anggota Partai Republik di Kongres menolak ikut campur dalam urusan presiden selama 60 hari yang dialokasikan oleh Resolusi Kekuatan Perang, tetapi banyak yang bersikeras bahwa persetujuan dari Kongres akan diperlukan setelah itu.
Senator Partai Republik John Curtis mulanya mendukung tindakan Trump dengan dalih membela nyawa dan kepentingan Amerika Serikat. Namun, dia menegaskan tak ingin memperpanjang perang.
“Saya tidak akan mendukung aksi militer berkelanjutan di luar jangka waktu 60 hari tanpa persetujuan Kongres,” kata dia.
Curtis lalu berujar, “Saya mengambil posisi ini karena dua alasan. Pertama adalah alasan historis, dan yang kedua adalah alasan konstitusional.”
Beberapa anggota Partai Republik, yang selama ini dengan teguh mendukung tindakan Trump di Iran, juga menunjukkan kekhawatiran atas prospek perang yang berkepanjangan, sehingga membatasi potensi persetujuan kongres secara keseluruhan.
Dengan begini, Trump berada di posisi yang cukup sulit lantaran perang AS di Iran tampak belum membuahkan hasil maksimal bagi Negeri Paman Sam sesuai klaimnya di awal perang pecah.
Add
as a preferred
source on Google
Peluang Trump Dapat Izin Kongres AS Lanjutkan Perang di Iran
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Yacht Super Mewah Milik Taipan Rusia dengan Mudah Lewati Selat Hormuz
Baca lagi: Fakta-Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Baca lagi: Hasil Liga Champions: Laga ‘Gila’, PSG Hajar Bayern Munchen 5-4



