
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Gelombang
panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah
Eropa
kembali memecahkan rekor suhu di Republik
Ceko
. Pada Minggu (29/6), negara itu mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 41,1 derajat Celsius.
Lembaga Meteorologi Ceko (CHMI) melaporkan suhu tersebut terukur di wilayah Doksany, sekitar 50 kilometer di utara ibu kota Praha. Rekor ini tercipta hanya sehari setelah negara itu mencatat suhu tertinggi sebelumnya, yakni 40,9 derajat Celsius, yang juga terjadi di lokasi yang sama.
“Ini adalah pertama kalinya kami mencatat suhu mencapai 41 derajat dalam jaringan resmi stasiun cuaca kami. Suhu masih terus meningkat sehingga ini belum menjadi angka tertinggi terakhir,” tulis CHMI melalui akun X dikutip
AFP
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Sabtu (28/6), suhu 40,9 derajat Celsius telah memecahkan rekor nasional yang bertahan selama 14 tahun. Namun, rekor tersebut hanya bertahan sehari sebelum kembali terlampaui.
Republik Ceko menjadi salah satu negara yang terdampak gelombang panas luar biasa yang menyelimuti kawasan Eropa dalam dua pekan terakhir. Suhu tinggi diperkirakan masih akan mencapai puncaknya pada Minggu sebelum diikuti badai petir yang diprediksi melanda wilayah barat Ceko pada malam hari.
CHMI juga mencatat dua stasiun cuaca telah merekam suhu 40 derajat Celsius sekitar satu jam setelah tengah hari, atau dua jam lebih cepat dibandingkan pencapaian serupa pada hari sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan pemanasan berlangsung lebih cepat dan intens.
Selain suhu ekstrem, otoritas meteorologi juga mengeluarkan peringatan kabut asap atau smog untuk Praha dan wilayah sekitarnya akibat tingginya kadar ozon di permukaan tanah. Peningkatan kadar ozon dipicu oleh suhu udara yang sangat panas.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti penderita penyakit pernapasan kronis, lansia, dan anak-anak.
Gelombang panas yang berkepanjangan telah memicu kekhawatiran di berbagai negara Eropa karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, kebakaran hutan, serta membebani sistem kelistrikan akibat melonjaknya penggunaan pendingin udara.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: Dirut Telkom Ungkap Masa Depan Infranexia, Jadi IPO?
Baca lagi: Beda 9 Tahun, Dara The Virgin Ungkap Rasa Pacaran dengan Awan Reyhan
Baca lagi: Davina Karamoy Kenang Respons Unik Ibunya Saat Ia Putus Cinta Pas SMA



3 Responses
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://www.equinenow.com/farm/bong88-1160966.htm, lumayan buat pelengkap.
Terimakasuih sudah membagikan artikel bagus dan sejelas ini , mudah dipahami dan seru pastinya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/smartfarming2020/
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.intensedebate.com/users/37719141 juga bahas hal yang sama lho.