
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Pemerintahan Presiden
Amerika Serikat
Donald Trump
berencana menggelar pertunjukan kembang api besar-besaran di Monumen Nasional Mount Rushmore, Keystone, South Dakota, pada Jumat (4/7).
Acara ini menjadi pertunjukan kembang api pertama di lokasi tersebut dalam enam tahun terakhir dan berlangsungĀ meskipun South Dakota masih dilanda kekeringan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan yang tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan besar yang didorong Trump untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada Sabtu (4/7) atau Fourth of July.
Selain di Mount Rushmore, pemerintah juga akan menggelar pesta kembang api berskala lebih besar dari biasanya di Washington.
Namun, rencana itu kembali memicu perdebatan yang telah berlangsung selama puluhan tahun mengenai risiko kembang api memicu kebakaran hutan di Black Hills National Forest, kawasan yang mengelilingi tebing tempat pahatan wajah empat mantan presiden AS berada.
Trump, yang dijadwalkan menghadiri acara tersebut, sejak lama menepis kekhawatiran itu. Pada 2020, ia mencabut larangan pertunjukan kembang api di Mount Rushmore yang diberlakukan National Park Service (NPS) selama 11 tahun.
Tahun ini, pemerintahannya kembali menegaskan bahwa pertunjukan akan dilaksanakan dengan standar keselamatan yang sangat ketat.
Meski begitu, para penentang menilai kondisi saat ini-mulai dari tanah yang kering hingga cuaca hangat-membuat risiko kebakaran hutan jauh lebih tinggi.
“Kembang api di Mount Rushmore adalah ide yang sangat buruk,” kata Ketua Sierra Club South Dakota, Jay Davis.
“Kami sedang menghadapi kekeringan yang serius.”
Kondisi kebakaran dinilai lebih mengkhawatirkan tahun ini karena hampir seluruh wilayah Pennington County, tempat Mount Rushmore berada, mengalami kekeringan dengan kategori sedang hingga ekstrem.
Berdasarkan data National Weather Service, wilayah tersebut sempat berada pada tingkat risiko kebakaran “sangat tinggi” pada Senin sebelum turun menjadi “sedang” pada Selasa.
Sementara National Interagency Fire Center memperkirakan tingkat risiko kebakaran pada hari pelaksanaan acara, Jumat, berada pada kategori sedang.
Juru bicara Gubernur South Dakota Larry Rhoden, Josie Harms, mengatakan pemerintah negara bagian dan federal akan mengambil keputusan akhir pada hari pelaksanaan mengenai apakah pertunjukan dapat dilanjutkan atau dibatalkan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena kami mengambil setiap langkah pencegahan yang diperlukan,” ujar Harms. Menurutnya, keputusan akhir akan mempertimbangkan kondisi lapangan agar perayaan dapat berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.
Rhoden, politikus Partai Republik, menghidupkan kembali upaya menghadirkan kembang api di Mount Rushmore sejak tahun lalu dan menjadi salah satu pendukung utama acara tersebut.
Kontroversi mengenai pertunjukan kembang api di Mount Rushmore telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berganti arah mengikuti pergantian pemerintahan.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: 9 Negara Ini Bisa Transaksi Pakai QR di Thailand, RI Termasuk?
Baca lagi: Demi Keselamatan, Mobil Otonom Diusulkan Tak Punya Pedal Rem
Baca lagi: FOTO: Dua Sejoli Nekat Lamaran di Puncak Empire State New York




15 Responses
Terima kasih sudah berbagi informasi yang bermanfaat. Jika ingin melihat sumber lain, Anda bisa mengunjungi https://community.m5stack.com/user/king88comguru.
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai http://e-vote.pepper.jp/business/380.html yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1309 karena materi di sana cukup relevan.
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://www.sitelike.org/similar/globalmonitor.com.ng/ juga mengulas hal serupa.
Konstruksi kalimatnya sangat disiplin, mencerminkan akurasi berpikir sang konseptor tulisan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/newnormalagriculturecovid19/ jadi saya sangat suka dengan artikel ini
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://pbase.com/epicureannycom/root?view=tree di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di https://tatoeba.org/vi/user/profile/epicureannycom bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Penulis menyodorkan alternatif penyelesaian masalah yang sangat efisien dari sudut pandang alokasi sumber daya https://el.wikipedia.org/wiki/%CE%A7%CE%B1%CE%BD%CE%BF%CF%85%CE%BA%CE%AC
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs https://www.speedrun.com/users/epicureannycom/comments karena materi di sana cukup relevan.
Struktur penyampaian yang sangat disiplin memudahkan pembaca menyerap poin-poin krusial secara cepat https://www.wikihow.it/Sopravvivere-a-un-Digiuno
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://www.buzzbii.com/epicureannycom?lang=spanish yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Sebuah sumbangsih pemikiran yang sangat berbobot dalam memperkaya khazanah literatur kontemporer pada bidang terkait https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=2008&page=2&rel=1
Penulis menyajikan kajian yang sangat fungsional, mumpuni dalam menjembatani teori akademik dengan praktik di lapangan https://www.skyscraperpage.com/forum/showthread.php?t=192461
Artikel ini memberikan bekal pemahaman makro yang sangat krusial bagi para pengambil keputusan dalam merancang kebijakan https://www.nbcconnecticut.com/news/sports/puckd-puck-headlines-its-malkin-vs-ovechkin/1869613/
Penulis menyajikan instrumen taktis yang sangat dibutuhkan oleh para profesional untuk melakukan restrukturisasi sistem https://www.dreadcentral.com/reviews/4757/animal-movies-guide-book/