Inggris Wanti-wanti AS-Israel soal Rumor Mau Cabut Hak Urus Al Aqsa

Jakarta, USA Magazine Indonesia

Inggris

ikut buka suara usai Amerika Serikat dan Israel dilaporkan diam-diam berusaha mencabut hak perwalian

Yordania

atas

Masjid Al Aqsa

.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris meminta pengaturan situs suci harus dihormati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami menghargai peran penting Yordania sebagai penjaga Situs Suci di Yerusalem. Pengaturan status quo bersejarah di Situs Suci Yerusalem harus dihormati,” kata dia kepada

Middle East Eye

,

Jumat (5/6).

Komentar jubir Kemlu Inggris itu muncul usai anggota parlemen independen Shockat Adam mengirim surat ke Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper soal rencana AS-Isrsel ini pada akhir Mei.

Dalam surat tersebut, Adam menulis banyak pihak yang menghubungi dia menyatakan kemarahan dan kekhawatiran atas laporan-laporan itu.

Bagi warga Palestina dan umat Muslim di seluruh dunia Masjid Al Aqsa bukan hanya tempat ibadah.

“Tetapi juga simbol identitas, martabat, dan perlindungan terhadap penggusuran yang terus berlanjut,” ungkap Adam.

Dia lalu mengajukan serangkaian pertanyaan ke Cooper. Dia bertanya apakah pemerintah sudah menyampaikan laporan-laporan tersebut “secara langsung ke pemerintah Israel dan AS”.

Dia juga bertanya apakah pemerintah terus mendukung peran Yordania sebagai penjaga Masjid Al Aqsa.

Adam selanjutnya bertanya penilaian apa yang sudah dilakukan pemerintah terhadap “risiko pembersihan etnis lebih lanjut” dan ketidakstabilan yang timbul “dari upaya mengubah status situs-situs suci”.

Lebih lanjut, Adam mengatakan apakah pemerintah akan “secara terbuka menentang setiap upaya untuk melemahkan peran perwalian Jordan yang sudah diakui”.

Selama ini, sikap resmi Inggris adalah menerima perwalian Yordania sebagai penjaga Masjid Al Aqsa.

Sebelumnya, para pejabat AS, Yordania, Palestina dan sejumlah sumber mengatakan otoritas wakaf Islam yang dipegang Yordania akan berakhir secara tiba-tiba.

Menurut para sumber, berdasarkan rencana yang disusun, Israel membentuk badan baru yang akan mendeklarasikan masjidl Al Aqsa sebagai pusat mulitagama.

Lebih lanjut, mereka mengatakan “pengaturan baru” ini akan memberikan akses yang sama ke warga Yahudi ke tempat ibadah Muslim dan secara resmi mengizinkan ibadah kelompok besar bagi orang Yahudi.

Israel juga akan memiliki pengaruh besar dalam pengangkatan imam, penceramah, dan pejabat senior masjid, serta akan terlibat dalam menyetujui isi khutbah Jumat.

(isa/rds)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video USA Magazine]

Baca lagi: Iran Tolak Temui Trump Meski Ngaku-ngaku Punya Hubungan Baik

Baca lagi: Istana Sebut Ganti Silmy Karim Belum Ada, Buka Kans Said Iqbal Gabung

Baca lagi: Beban Subsidi Tinggi, Pramono Akan Sesuaikan Tarif Transjabodetabek

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: