
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Sebuah pesawat tanker pengisi bahan bakar milik Angkatan Udara
Amerika Serikat
dilaporkan mendarat di Inggris dengan sejumlah kerusakan pada badan pesawat yang terlihatĀ seperti tembakan
Iran
, Senin (13/4).
Bekas tambalan yang membentang dari bawah kokpit hingga ekor pesawat itu dinilai memiliki pola yang konsisten dengan dampak
shrapnel
atau pecahan logam tajam, bola besi, atau material lain yang terlempar dengan kecepatan tinggi akibat ledakan bom, peluru artileri, atau alat peledak lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan pesawat militer AS ini pun berlangsung ketika Washington masih berperang dengan Iran di Timur Tengah.
Peneliti dari Nuclear Deterrence Network, Arun Dawson, menyebut kerusakan itu kemungkinan terjadi saat pesawat berada di darat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan ketika terjadi serangan rudal Iran bulan lalu yang menghancurkan pesawat (AWACS) E-3 milik AS.
“Ada kemungkinan bahwa badan pesawat ini mengalami kerusakan tambahan akibat serangan ini,” kata Dawson kepada
Reuters
.
Para analis menduga pesawat itu kemudian diterbangkan ke RAF Mildenhall, yang menjadi markas Wing Pengisian Bahan Bakar ke-100 Angkatan Udara AS, untuk menjalani perbaikan lebih lanjut.
Pesawat pengisian bahan bakar udara jenis KC-135 Stratotanker bermesin empat itu, yang membawa tanda Garda Nasional Ohio, sebelumnya direkam saat meluncur di landasan oleh fotografer Mark Lynham.
[Gambas:Video USA Magazine]
Dilansir
USA Magazine
, rekaman itu kemudian diunggah ke media sosial dengan keterangan yang mempertanyakan kemungkinan kerusakan akibat serpihan peluru.
Sementara itu, laporan
The War Zone
menyebut gambar lain menunjukkan badan pesawat dipenuhi tambalan dari hidung hingga ekor, berdasarkan dokumentasi fotografer penerbangan Andrew McKelvey.
Pesawat ini diketahui milik Sayap Pengisian Bahan Bakar Udara ke-121 Garda Nasional Udara Ohio dan diduga termasuk di antara armada yang terdampak serangan jarak jauh Iran di Arab Saudi.
Meski disebutkan lima pesawat tanker mengalami kerusakan dalam serangan itu, tingkat kerusakan keseluruhan masih belum jelas.
Upaya perbaikan kerusakan untuk mengembalikan KC-135 ke kondisi operasional dinilai menjadi pengalaman penting, terutama dalam menghadapi potensi konflik di masa depan.
Sejumlah pelajaran disebut akan diambil dari operasi itu, meski sebagian di antaranya diperoleh melalui pengalaman yang tidak diharapkan.
(rnp/rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: Menhaj Umumkan War Tiket Haji Masih Wacana, Antrean Jemaah Tak Dihapus
Baca lagi: Mercedes Dominasi F1 GP Australia, Verstappen Ke-6
Baca lagi: Dukung Transisi Energi, PLN Siap Eksekusi 21 Proyek PLTS



