
Daftar Isi
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Sebanyak hampir 2 ribu orang ditangkap dalam aksi unjuk rasa siswa dan mahasiswa yang meluas di
Prancis
pada Jumat (2/10).
Aksi protes yang merespons kekurangan guru dan bangunan sekolah itu telah meletus di Paris sejak September lalu. Namun, seiring berjalannya waktu, aksi protes berubah menjadi kekerasan yang meluas ke sejumlah wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada minoritas yang aktif dan melakukan kekerasan [yang berpartisipasi dalam protes]. Kami bahkan tidak yakin apakah mereka adalah siswa sekolah menengah atas,” ujar Menteri Kehakiman Gerald Darmanin kepada radio RTL, melansir
NBC News
.
Darmanin juga menambahkan, sebanyak hampir 2 ribu orang telah ditangkap sejak protes dimulai. Sekitar dua per tiga di antaranya ditahan oleh polisi.
“Ini telah beralih dari demonstrasi siswa SMA menjadi gangguan ketertiban umum. Orang-orang menargetkan bus dan membakar sekolah. Itu bukan lagi sekadar masalah protes,” tambah dia.
Menukil
USA Magazine
, aksi protes itu diwarnai dengan pembakaran sejumlah fasilitas dan bentrokan dengan polisi sejak Rabu (30/9). Sejumlah video bermunculan di media sosial, salah satunya memperlihatkan seorang guru yang diserang oleh aksi massa.
Berdasarkan laporan
The Independent
, sejumlah lembaga intelijen mengklaim bahwa politisi sayap kiri garis keras ikut berkontribusi dalam memicu kerusuhan. Namun, anggota parlemen membantah tuduhan tersebut.
Aksi protes ini dimulai di sejumlah sekolah Prancis sejak pekan lalu. Namun, eskalasi mulai meningkat pada Selasa (29/9). Situasi di luar sekolah memburuk hingga hari-hari berikutnya.
Pada Kamis, bentrokan dengan polisi meningkat di beberapa kota di Prancis. Mahasiswa juga ikut bergabung dalam protes.
Sektor pendidikan yang kekurangan sumber daya menjadi akar kemarahan pada siswa. Mereka mengeluh banyak guru yang tidak diganti dan mengkritik banyaknya bangunan sekolah yang rusak.
(asr)
Baca lagi: Pakar Soroti Risiko Data Center AI Jatiluhur bagi Air dan Lingkungan
Baca lagi: Mantan Suami Tuduh Halle Berry Lakukan Kekerasan ke Anak
Baca lagi: Jepang Perketat Aturan WN Asing untuk Dapat Izin Tinggal Permanen


