Presiden Iran Pezeshkian: Saatnya Akhiri Perang Selagi Kita Kuat

Jakarta, USA Magazine Indonesia

Presiden

Iran

Masoud Pezeshkian menegaskan sudah saatnya mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan melawan

Amerika Serikat

dan Israel di Timur Tengah.

“Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang selagi kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat, serta saat seluruh dunia mengakui kemenangan kita dan menegaskan bahwa Amerika telah menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur kita-melanggar segala aturan-dan dibenci di seluruh dunia,” ujarnya dalam pertemuan dengan para dokter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS melakukan “terorisme ekonomi” dan “kejahatan terhadap kemanusiaan”, menyusul pernyataan Washington yang akan memperketat sanksi untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

“Para pelaku dan pihak yang memicu sanksi ini patut diadili dan dihukum karena melakukan kejahatan keji semacam itu,” demikian pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, dikutip dari

AFP

.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis bersumpah bahwa Washington akan “meruntuhkan” rezim Iran melalui kampanye sanksi ekonomi, hampir enam bulan setelah perang mereka dimulai.

AS mengancam akan menjatuhkan sanksi juga kepada negara-negara yang terbukti bekerja sama secara ekonomi dengan Iran.

China juga mengkritik langkah tersebut, dengan menyatakan bahwa “sanksi dan tekanan” dari AS tidak akan menyelesaikan konflik Timur Tengah.

Washington sebelumnya telah mendesak pemerintah negara lain termasuk Beijing, untuk bergabung dalam upaya mengisolasi ekonomi Iran.

Saat ditanya mengenai ancaman Presiden AS Donald Trump, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa “sanksi dan tekanan tidak akan membantu menyelesaikan masalah ini”.

“China menyerukan kepada semua pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini melalui cara-cara politik dan diplomatik,” ujarnya.

(bac)

Baca lagi: BMKG Deteksi Ribuan Titik Panas, Terbanyak di Kalimantan

Baca lagi: El Rumi Terganggu Terseret Isu EJR yang Dituding Lakukan Pelecehan

Baca lagi: Balik ke Inggris, Harry dan Meghan Dinilai Gagal Hidup Mandiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: