
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Portugal
adalah salah satu negara yang rakyatnya menggemari sepak bola. Bahkan, di tengah pertandingan rakyat, melahirkan beberapa pemain hebat kelas dunia.
Sebut saja pemain legenda Eusébio di era tahun 1960-an hingga membawa Portugal meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 1966 dan dikenal sebagai salah satu pencetak gol paling mematikan dalam sejarah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian era 1990-an hingga 2000-an melahirkan permainan elegan seperti Luís Figo, Rui Costa, Deco, dan bek tangguh Ricardo Carvalho. Sementara era Cristiano Ronaldo sampai sekarang.
Ronaldo memegang rekor sebagai pemain dengan penampilan (caps) dan gol terbanyak sepanjang masa untuk Portugal. Ia memimpin rekan-rekannya seperti Pepe, Nani, dan João Moutinho meraih gelar mayor pertama bagi timnas, yakni Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019.
Presiden tak suka sepak bola
Meski rakyatnya sangat menyukai sepak bola, bahkan punya klub terkenal seperti Benfica dan Sporting, namun Portugal pernah punya pemimpin yang tidak menyukai sepak bola. Dia adalah António de Salazar, perdana menteri dan diktator yang memerintah pada 1932 hingga 1974.
Salazar berterus terang tidak suka sepak bola yang disebutnya olah raga tidak berdisiplin dan kacau. Dia memilih menyukai senam.
Salazar yang juga akademisi itu tergolong unik. Dia adalah seorang akademisi yang lembut, teliti, dan berpantang, yang tidak tertarik pada sepatu bot militer, anti-Semitisme, dan kaum wanita.
Meskipun demikian, Salazar memiliki ciri khas negara otokratis, termasuk pasukan polisi rahasia, badan legislatif yang mudah dikendalikan, undang-undang yang melarang aktivitas oposisi, dan gerakan pemuda yang dirancang untuk mendidik anak-anak tentang cara-cara rezim.
Meski tidak suka sepak bola, namun Salazar memanfaatkan olah raga ini untuk propaganda politik. Dia membangun Stadion Nasional (Estádio Nacional do Jamor) yang diresmikan pada tahun 1944 di dekat Lisbon, stadion megah ini digunakan oleh rezim untuk menyelenggarakan acara-acara massal kaum muda yang terorganisir (seperti Mocidade Portuguesa) dan final Piala Portugal.
Kemudian memberi Label “Klub Rezim” kepada klub besar seperti Sporting CP atau Benfica, karena basis massanya yang besar dan kesuksesan internasional mereka. Banyak mahasiswa, pemuda dan pemain sepak bola muak dengan gaya kepemimpjnan Salazar yang berkuasa empat dekade itu.
Rezim Salazar tumbang pada 25 April 1974 lewat kudeta tak berdarah yang sukses menggulingkan rezim otoriter tersebut.
Kudeta yang dipimpin oleh Movimento das Forças Armadas (MFA), atau Gerakan Angkatan Bersenjata itu, disebut Revolusi Anyelir, merujuk pada aksi Celeste Caeiro, seorang pekerja restoran di Lisbon, yang membagikan bunga anyelir kepada para tentara.
Warga yang bersuka cita kemudian mengikuti jejaknya, meletakkan bunga anyelir di moncong senapan dan seragam tentara. Sejak saat ini,rakyat dan pemerintahan Portugal berubah. Sepak bola pun turut berubah bukan lagi melayani kepentingan rezim.
(imf/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: Sinopsis Chappie, Bioskop Trans TV 4 Juli 2026
Baca lagi: Sosok Irjen Wibowo yang Ditunjuk Kapolri Jadi Kakorlantas Baru



15 Responses
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=882 juga bahas hal yang sama lho.
Penilaian mutlak: Ini adalah standar tertinggi dari sebuah jurnalisme berkualitas. Bravo https://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-talks-3-by-fiku-live/ luar biasa bacaan ini sangat genius
Sebuah ulasan solutif yang membebaskan kita dari ketergantungan pada sistem yang sudah usang https://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/activities/page/8/ dan artikel ini bisa melatih otak kita
Penulis menyodorkan alternatif penyelesaian masalah yang sangat efisien dari sudut pandang alokasi sumber daya https://el.wikipedia.org/wiki/%CE%A7%CE%B1%CE%BD%CE%BF%CF%85%CE%BA%CE%AC
slot depo 5k terbaik di genting138. salah satu slot gacor depo 5k dan slot depo 5000
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di http://philippefayeton.free.fr/index.php?p=billet&id=18 siapa tau ngebantu.
Tulisan ini meninggalkan gaung kontemplasi yang kuat, membuat saya terus memikirkan isinya bahkan setelah selesai baca https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=18514&page=1&rel=1
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://www.go.xmc.pl/search.php?q=Why%20Nobody%20Is%20Talking%20About%20Best%20Nude%20Web%20Site%20And%20What%20You%20Should%20Do%20Today&page=296 ya guys.
Artikel ini berhasil mempertahankan tensi kualitas materinya secara konsisten dari awal hingga akhir https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=0&page=1&kwd=91
Artikel ini memberikan fondasi pengetahuan yang sangat kuat bagi siapa saja yang ingin mempelajari topik ini lebih lanjut https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?rel=1&item=2009 saya sangat suka dan saya ajkan menunggu artikel lain nya dari penulis ini
Sebuah sumbangsih pemikiran yang sangat berbobot dalam memperkaya khazanah literatur kontemporer pada bidang terkait https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=2008&page=2&rel=1
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/257211 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Narasi yang disajikan memiliki legitimasi ilmiah yang kuat, membuat setiap konklusi yang ditarik menjadi tidak terbantahkan https://thehockeywriters.com/tom-wilson-the-next-ones-nhl-2012-draft-prospect-profile-the-next-great-power-forward/
Artikel ini memiliki karakteristik sebagai tulisan referensi utama yang akan tetap memegang legitimasi ilmiahnya dalam waktu lama https://magic.ly/rererent/Perdagangan-Barang-Impor-Terkontrol-di-Indonesia
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://kldp.org/comment/264988, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.