
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Vatikan
menjatuhkan sanksi terberat berupa ekskomunikasi terhadapĀ enam uskup ultra-konservatif.
Hukuman itu dijatuhkan terhadap mereka setelah kelompok gereja Katolik dari Amerika Serikat Santo Pius X yang menaungi uskup-uskup itu, membangkang
Paus Leo XIV
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dekrit dari Vatikan itu dikeluarkan sehari setelah gereja Santo Pius X menahbiskan empat uskup tanpa persetujuan Paus Leo XIV. Padahal, Paus Leo sudah memohon agar tidak meneruskan penahbisan karena belum mendapat restunya.
Paus Leo pun menyebut pentahbisan itu “sebagai tindakan skismatik” atau dapat memecah belah persatuan.
Dikasteri Doktrin Iman Vatikan yang berpengaruh, yang bertugas membela doktrin Katolik, menjelaskan dalam catatan yang menyertainya bahwa pentahbisan tersebut “merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kanonik” dan para uskup yang dijatuhi ekskomunikasi adalah “kaum skismatik”.
Bagi Takhta Suci, penahbisan uskup tanpa persetujuan Paus, kepala Gereja Katolik yang memerintah sekitar 1,4 miliar umat beriman, merupakan tindakan pembangkangan langsung. Tindakan itu menyebabkan ekskomunikasi otomatis terhadap para uskup yang terlibat.
Ekskomunikasi tersebut mencakup para uskup yang baru ditahbiskan yaitu dua orang Prancis, satu orang Amerika, dan satu orang Swiss. Sanksi itu juga dijatuhkan kepada dua uskup yang sudah ada yang memimpin upacara di Econe di Swiss barat daya.
Upacara pentahbisan digelar dalam misa berbahasa Latin yang diperkirakan berlangsung sekitar empat jam di ladang Econe, Swiss, dan dihadiri sekitar 15.000 umat.
Lokasi tersebut merupakan tempat yang sama ketika pendiri SSPX, Marcel Lefebvre, secara kontroversial menahbiskan empat uskup tanpa persetujuan Vatikan pada 38 tahun lalu.
Apa itu Serikat Santo Pius X?
Society of Saint Pius X (SSPX) merupakan kelompok Katolik ultra-tradisionalis yang menyatakan diri mereka memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma.
Berdiri pada 1970 di Swiss oleh Uskup Agung asal Prancis, Marcel Lefebvre, SSPX merupakan kelompok Katolik fundamentalis yang menolak berbagai reformasi liberal yang diperkenalkan melalui Konsili Vatikan II pada 1960-an.
Namun, lima tahun kemudian SSPX secara resmi dibubarkan oleh Uskup Fribourg. Pada 1988, kelompok tersebut tetap menahbiskan empat uskup tanpa persetujuan Paus, yang berujung pada ekskomunikasi terhadap mereka.
“Ini bukan tindakan pemberontakan, melainkan tindakan yang lahir dari kecintaan kepada Gereja,” kata Pastor Michel Rion, dosen teologi di seminari tersebut, salah satu dari lima seminari SSPX di dunia kepada
AFP
.
SSPX memiliki kehadiran yang cukup aktif di Amerika Serikat, dengan kantor pusat di Missouri serta sebuah seminari untuk mendidik calon imam di Dillwyn, Virginia. Salah satu uskup yang akan ditahbiskan pada Rabu adalah Pastor Michael Goldade, yang saat ini memimpin seminari tersebut.
Meski hanya memiliki sekitar 700 imam dan 600.000 pengikut di seluruh dunia-jumlah yang relatif kecil dibandingkan Gereja Katolik Roma yang memiliki sekitar 1,4 miliar umat dan sekitar 400.000 imam-Paus Leo XIV memandang ancaman terhadap persatuan Gereja ini sebagai persoalan yang sangat serius.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: Ferrari Rilis Mobil Baru SF-26 untuk F1 2026
Baca lagi: Sinopsis Elle, Lika-Liku Masa Remaja Elle Woods sebelum ke Harvard
Baca lagi: Ruben Onsu Resmi Gugat Hak Asuh, Sidang Perdana 15 Juli



11 Responses
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1126.
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=532 yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Tulisannya sangat bertenaga, membuat pembaca langsung bergairah untuk mencoba tipsnya https://www.kufirst.center.ku.ac.th/frontier-in-foods-2020/ isi ceritanya pun menarik
Artikel ini laksana oase di tengah gersangnya konten berkualitas. Isinya murni daging semua, tanpa drama http://www.kufirst.center.ku.ac.th/ku-rice-festival-2023/
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1991 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1802 bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.
Konten yang sarat akan makna dan ilmu praktis. Terima kasih atas dedikasinya https://forexea.forumotion.com/t101p75-japanese-sail-patterns-strategy-and-more-with-ayrex-binary-options-broker
Penilaian mutlak: Ini adalah standar tertinggi dari sebuah jurnalisme berkualitas. Bravo https://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-talks-3-by-fiku-live/ luar biasa bacaan ini sangat genius
Tulisannya runtut dan logis, enak dibacanya. Sebagai tambahan informasi aja nih, web https://us-iad-1.linodeobjects.com/understanding-gold-iras-a-secure-investment-for-your-retirement/the-strategic-value-of-precious-metals-in-your-retirement.html juga ngebahas topik ini dari sisi yang berbeda.
Tulisan ini berhasil melepaskan pembaca dari bias konfirmasi berkat pemaparan fakta yang sangat berimbang http://www.kufirst.center.ku.ac.th/covid-19fiku/
Struktur penyampaian yang sangat disiplin memudahkan pembaca menyerap poin-poin krusial secara cepat https://www.wikihow.it/Sopravvivere-a-un-Digiuno