
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
mengolok-olok jutaan warga
Iran
yang berduka melayat pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi
Ayatollah Ali Khamenei
yang berlangsung hari ini, Minggu (5/7) setelah tertunda selama tiga bulan lebih.
Dalam wawancara singkat dengan
Axios
via telepon, Trump mengatakan ia terus memantau prosesi pemakaman Khamenei yang tewas imbas perintahnya kepada militer AS-Israel untuk menyerang Iran pada 28 Februari lalu itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump mengaku terkejut melihat jutaan warga Iran menangis selama prosesi pemakaman Khamenei karena sebelumnya mengira rakyat Iran membenci pemimpin tersebut. Namun, ia berasumsi kesedihan warga Iran hanya dibuat-buat.
“Mungkin itu air mata palsu,” ujar Trump pada Sabtu (4/7) waktu AS.
Trump bahkan mengancam AS bisa saja menghabisi Iran dalam satu tembakan selama acara proses pemakaman Ali Khamenei. Namun, ia mengaku tak akan melakukannya karena menghargai niat Iran untuk berunding dan memberi ruang Teheran untuk merampungkan proses pemakaman.
“Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja, kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya lagi pihak untuk diajak bernegosiasi,” kata Trump.
Puluhan ribu warga Iran memadati kompleks salat terbuka yang luas di Teheran pada Sabtu untuk melihat peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Mengenakan pakaian hitam dan membawa bendera merah, putih, dan hijau Republik Islam Iran, para pelayat mengangkat potret Khamenei serta putranya sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei.
Para pelayat terus berdatangan memenuhi halaman luas Imam Khomeini Grand Mosalla. Mereka memukul dada, meratap, dan mengibarkan bendera Republik Islam Iran. Para perempuan yang mengenakan cadar hitam dan memakai pelindung wajah berwarna putih atau membawa payung untuk melindungi diri dari terik matahari menjelang siang.
“Mari kita meratap!” seru seorang pembawa acara melalui pengeras suara. Teriakan “Mati untuk Amerika” menggema di seluruh aula salat yang luas.
“Semua orang yang datang ke sini ingin membalas darah pemimpin tertinggi kami,” kata Arash Rahimi (40) kepada
Reuters
di tengah kerumunan.
“Seperti yang dikatakan pemimpin kami, kami memiliki dendam darah terhadap Amerika Serikat. Hubungan kami dengan Amerika Serikat tidak akan pernah baik.”
Tiga anak laki-laki Ali Khamenei kecuali Mojtaba terlihat hadir dalam pemakaman sang ayah ini.
Dikutip
Al Jazeera
, kantor berita
Associated Press
melaporkan putra-putra Khamenei yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa, menghadiri salat jenazah sang ayah.
Sementara itu, seperti yang telah dilaporkan, Mojtaba Khamenei tidak menghadiri upacara tersebut karena alasan keamanan di tengah ancaman Israel untuk membunuhnya.
Melalui pantauan video yang disiarkan
AP
, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ahmad Vahidi juga turut hadir saat momen salat jenazah tersebut.
Sementara itu, kantor berita
IRNA
melaporkan bahwa Ayatollah Jafar Sobhani, salah satu tokoh agama paling senior di Iran, memimpin salat jenazah mendiang Ali Khamenei.
Selain keluarga,beberapa pejabat yang hadir di upacara pemakaman itu antara lain lain Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Majelis Permusyawaratan Mohammad Bagher Ghalibaf, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta Komandan Pasukan Quds IRGC Esmail Qaani.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: Respons PDIP Soal Rencana Jokowi Lanjutkan Safari Politik ke Jateng
Baca lagi: Synchronize Fest 2026 Umumkan Lineup Fase 1 & 2
Baca lagi: Taylor Swift Pilih Para Sahabatnya Ini Jadi Bridesmaid



11 Responses
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke http://e-vote.pepper.jp/business/485.html deh, lengkap parah!
Narasi yang disajikan memiliki kekuatan argumen yang kokoh, membuat pembaca langsung sepakat sejak awalhttps://www.kufirst.center.ku.ac.th/pchf/
Penulis berhasil mentransfer keterampilan teknis lewat narasi tulisan yang begitu instruktif https://www.owler.com/company/travelgurubd
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di https://tatoeba.org/vi/user/profile/epicureannycom bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di http://lionelc.blog.free.fr/index.php?post/Tu-veux-une-glace&pub=1 ya guys.
Artikel ini adalah investasi membaca yang sangat menguntungkan karena hasil solusinya bisa langsung dirasakan https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=8163&type=site&rel=1
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/257211 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Artikel ini memberikan bekal pemahaman makro yang sangat krusial bagi para pengambil keputusan dalam merancang kebijakan https://www.nbcconnecticut.com/news/sports/puckd-puck-headlines-its-malkin-vs-ovechkin/1869613/
Artikel ini adalah jawaban cerdas bagi organisasi yang membutuhkan penyegaran strategi operasional berbasis data valid http://www.bellaonline.com/articles/art3145.asp
Informatif parah! Akhirnya paham juga sama materi ini. Sekadar nambahin aja, di https://kldp.org/comment/258503 juga ada ulasan yang gak kalah seru soal isu ini.
Artikel ini memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai topik yang dibahas. Saya juga sempat melihat https://wpsites.ucalgary.ca/gilkaplan/tag/secure/.