Trump Ikut Sesi Baca Alkitab di Gedung Putih usai Nyinyir ke Paus Leo

Jakarta, USA Magazine Indonesia

Presiden Amerika Serikat

Donald Trump

ikut sesi membaca Alkitab di Oval Office, Gedung Putih, pada Selasa (21/4) setelah ramai nyinyirannya terhadap

Paus Leo XIV

.

Trump ikut membaca Alkitab Perjanjian Lama secara estafet, bergantian dengan sejumlah staf di Gedung Putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara yang berjudul “Amerika Membaca Alkitab” ini dianggap sebagai “kesempatan sakral untuk memanggil bangsa kita kembali kepada fondasi spiritualnya,” menurut situs webnya.

“Jika umat-Ku, yang disebut dengan nama-Ku, merendahkan diri, berdoa, mencari wajah-Ku, dan berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga, dan akan mengampuni dosa mereka, dan akan menyembuhkan tanah mereka,” Trump membacakan dari 2 Tawarikh 7:11-22 dalam pesan video yang direkam di Ruang Oval Gedung Putih, dengan bendera kepresidenan di belakangnya, dikutip dari

The Guardian

.

Sesi pembacaan Alkitab itu disiarkan oleh perusahaan penyiaran konten keluarga dan religi yang berbasis di Texas, Great American Media.

Adalah sebuah kelompok lobi konservatif, Family Policy Alliance Foundation, yang menyelenggarakan pembacaan Alkitab secara maraton selama sepekan melalui pelayanannya, Christians Engaged.

“Kami membuat pernyataan selama minggu ini saat Amerika Membaca Alkitab, bahwa ada begitu banyak hal dalam Alkitab yang dapat memberi kita kebijaksanaan dan pemahaman, ada begitu banyak hal yang dapat menyembuhkan keluarga kita, yang dapat menyelamatkan kita dari depresi dan kecemasan, dan dapat menyembuhkan kota-kota kita dan menyembuhkan tanah kita. Saya percaya Presiden (Trump) mengatakan itu dengan membaca ayat suci ini secara khusus,” kata pendiri Christians Engaged Bunni Pounds, kepada Fox News Digital minggu lalu.

Kehadiran Trump terjadi setelah serangkaian pernyataan baru-baru ini yang telah menarik perhatian dan menabur perpecahan di antara para pendukungnya yang taat.

Kontroversi terbesarnya adalah dengan melontarkan nyinyiran terhadap Paus Leo XIV yang menyatakan bahwa Tuhan Yesus menolak doa orang-orang yang memantik perang.

“Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersalah dan tidak bersenjata dalam dua bulan terakhir, dan bahwa Iran memiliki bom nuklir adalah sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Trump.

“Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Amerika telah kembali!!! President DONALD J TRUMP,” tambahnya.

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video USA Magazine]

Baca lagi: Google Rilis Gemini untuk Chrome di Indonesia, Bisa Apa Saja?

Baca lagi: Pogba: Bruno Fernandes Akan Menang Ballon d’Or Jika Main di Man City

Baca lagi: Prabowo Restui Desain Pusat Politik RI di IKN, Target Rampung 2027

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: