Trump Kembali Kecam Komunisme di HUT ke-250 AS

Jakarta, USA Magazine Indonesia

Presiden Amerika Serikat (AS)

Donald Trump

kembali menyerukan dan memberikan soal bahaya “komunisme” yang menurutnya mengancam masa depan Negeri Paman Sam.

Mengutip Reuters, dalam pidato menjelang peringatan Hari Kemerdekaan AS, Trump menuding kelompok progresif Partai Demokrat dan sebagian pendatang membawa ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Amerika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, ia mengajak warga AS untuk tetap mempertahankan kebebasan yang diwariskan para pendiri negara.

“Sekarang terjadi ancaman komunisme di negeri kita, termasuk dari para pendatang baru yang memeluk ide-ide yang sepenuhnya bertentangan dengan cara hidup dan kesuksesan besar kita,” ujar Trump saat berbicara di Monumen Mount Rushmore, South Dakota, Jumat (3/7).

Ia menegaskan pemerintahannya tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Bahkan, Trump menyerukan agar para pendatang yang dianggap membawa paham tersebut segera dideportasi.

“Kita akan mengalahkan komunisme dengan cepat. Kita akan mengusir mereka dan terus membangun negara ini lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat. Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis,” katanya.

[Gambas:Video USA Magazine]

Pidato itu menjadi pernyataan paling keras Trump soal isu komunisme dalam beberapa pekan terakhir. Ia telah berulang kali menyebut kemenangan sejumlah kandidat progresif dari Partai Demokrat sebagai ancaman serius bagi Amerika Serikat.

Trump mengaitkan isu tersebut dengan pemilu paruh waktu (midterm) yang akan digelar November mendatang. Menurut dia, Partai Republik hanya akan kalah jika gagal mempertahankan dukungan pemilih.

Retorika Trump menguat setelah empat kandidat progresif, termasuk tiga politikus berhaluan democratic socialist, memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di New York City dan Colorado.

Kandidat progresif juga meraih kemenangan di Kentucky, New Jersey, Ohio, Pennsylvania, dan Texas.

Pekan lalu, Trump bahkan menyebut kemenangan kubu progresif itu sebagai ancaman terbesar bagi Amerika sejak negara ini berdiri.

Pidato tersebut disampaikan ketika warga AS masih menghadapi tekanan inflasi dan tingginya harga bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran.

(ldy/chri)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Bangun Tidur Badan Sakit Semua? Ini Macam-macam Penyebabnya

Baca lagi: FOTO: Warga Ramai-ramai Registrasi SIM Baru Pakai Verifikasi Wajah

Baca lagi: Mobil Diesel Pakai Biodiesel B50, Wajib Perhatikan Komponen Ini

14 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: