
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
mengeklaim warga Negeri Paman Sam tidak menentang agenda perangnya melawan
Iran
.
Menurut Trump, warga AS hanya sibuk memikirkan tentang harga bensin yang melonjak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan kepada wartawan sebelum berangkat ke Pangkalan Angkatan Udara Dover di Delaware, Trump menyampaikan hal itu berdasarkan jajak pendapat terbaru. Dalam survei itu, Trump mengeklaim warga AS tidak menginginkan harga bensin yang tinggi, tetapi mereka tidak menentang perang.
“Rakyat Amerika tidak menentang perang,” kata Trump pada Rabu (22/7), seperti dikutip
USA Magazine
.
“Sebuah jajak pendapat yang baru saja rilis menunjukkan warga AS tidak menginginkan harga bensin yang tinggi, tetapi mereka tidak menentang perang,” tambahnya.
Klaim Trump ini muncul saat hasil jajak pendapat terbaru justru menampilkan fakta sebaliknya.
Dalam survei Washington Post-Ipsos yang dirilis pekan lalu, sebanyak 68 persen warga AS kompak menyatakan perang AS vs Iran “tidak layak” dilakukan.
Hanya 28 persen orang menyatakan perang tersebut layak.
Perbedaan 40 poin ini lebih buruk daripada jajak pendapat Washington Post-ABC News soal perang Irak atau Afghanistan.
Kesimpulannya, berdasarkan survei terbaru ini, mayoritas warga AS menolak perang yang diluncurkan Trump pada akhir Februari lalu.
Popularitas Trump juga makin anjlok sejak AS melancarkan serangan gabungan dengan Israel ke Iran tersebut. Tekanan politik dan seruan agar Trump dimakzulkan juga sempat kembali terdengar.
Sebagian pemilih Trump juga disebut kecewa lantaran agenda perang sang presiden bertentangan dengan visi misinya selama kampanye untuk mengurangi campur tangan AS dalam konflik geopolitik kawasan lain. Mereka menilai visi misi itu menjadikan Trump fokus memperbaiki kesejahteraan sosial warga AS dan mengurangi peperangan di luar negeri.
(blq/rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: Daftar Harga Samsung Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 di Indonesia
Baca lagi: Komisi II Rahasiakan Calon Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Baca lagi: Rentetan Kasus Kekerasan Digital pada Anak




2 Responses
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas inti masalahnya secara mendalam. Sangat mengedukasi khalayak luas. Btw, kemarin saya juga tidak sengaja menemukan bahasan sejenis yang menarik di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297600221_htm
Wah, penjelasan yang luar biasa informatif. Sangat mencerahkan pikiran saya mengenai topik ini. Bagi yang sedang mencari bacaan pendukung, silakan kunjungi https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297003924_htm