Trump Siaga Senjata AS di Iran, Siap Bombardir jika Gencatan Gagal

Jakarta, USA Magazine Indonesia

Presiden

Donald Trump

mengatakan persenjataan hingga personel militer

Amerika Serikat

tetap bersiaga di

Iran

, meski sudah mengumumkan gencatan senjata.

Dalam unggahan di media sosial buatannya Truth Social pada Kamis (9/4), Trump mengatakan peralatan militer itu siaga jika gencatan senjata sepenuhnya gagal.

“Semua Kapal, Pesawat, dan Personel Militer AS, beserta Amunisi, Persenjataan, dan segala sesuatu yang sesuai dan diperlukan untuk penuntutan dan penghancuran mematikan terhadap Musuh yang sudah sangat melemah, akan tetap berada di dan sekitar Iran, sampai KESEPAKATAN SEBENARNYA yang telah disepakati dipatuhi sepenuhnya,” kata Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia lalu berujar, “Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang sangat tidak mungkin, maka ‘Penembakan Dimulai,’ lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya.”

Trump mengatakan situasi tersebut sudah disepakati sejak lama, terlepas dari semua retorika palsu yang bertentangan. Dia kembali menegaskan keinginan AS untuk menghentikan program nuklir Iran dan membuka rute perdagangan minyak global Selat Hormuz.

“TIDAK ADA SENJATA NUKLIR dan, Selat Hormuz AKAN TERBUKA & AMAN,” kata Trump.

Militer AS saat ini, lanjut dia, sedang beristirahat dan bersiap melakukan rencana imperialis Trump yakni menantikan penaklukan berikutnya.

“AMERIKA IS BACK,” tutup Trump dalam unggahan itu.

AS dan Iran mengumumkan sepakat gencatan senjata pada Selasa (7/4) usai lebih dari sebulan perang. Negosiasi mengenai kesepakatan lebih lanjut akan dibahas di Islamabad, Pakistan pada 10 April.

Mediator AS-Iran, Pakistan, menyebutkan gencatan mencakup sekutu AS dan Iran termasuk Lebanon. Namun, mereka tak menyebut secara rinci Israel.

Dalam pernyataan resmi, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel mendukung keputusan Trump tapi membantah Lebanon terlibat dalam gencatan.

Belum 24 jam pengumuman gencatan, Israel menggempur habis-habisan Lebanon. Imbasnya, 245 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.

Iran murka dan menyebut AS melanggar tiga poin gencatan senjata yakni menyerang Lebanon, drone masuk ke wilayah udara Iran, dan penyangkalan Washington atas hak pengayaan uranium Teheran.

(isa/dna/bac)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video USA Magazine]

Baca lagi: Bos Aprilia Puji Bezzecchi di Awal MotoGP 2026

Baca lagi: Sinopsis Yohanna, Biarawati Muda Terjebak Realitas Sosial

Baca lagi: Doni Salmanan Keluar Penjara Usai Dicap Bebas Bersyarat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: