
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Presiden sementara
Venezuela
, Delcy Rodriguez, mengumumkan keadaan darurat pasca
gempa
bumi beruntun yang terjadi pada Rabu (24/6).
Ibu kota Caracas, Venezuela, diguncang dua kali gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter pada Rabu sore waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dua gempa besar, belasan gempa susulan juga mengguncang negara itu hingga menyebabkan bangunan runtuh di ibu kota Caracas dan lokasi lainnya.
Dalam pernyataannya di televisi pemerintah, Rodriguez mengatakan bahwa ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas.
Meski demikian dia tidak menyebutkan jumlah resmi korban tewas maupun korban luka.
Bandara Simon Bolivar di Maiquetia, dekat Caracas, juga ditutup karena kerusakan.
Sebelumnya laporan Survei Geologi AS (USGS) memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan berkisar antara 10 ribu hingga 100 ribu orang.
Ada bangunan, rumah, dan tempat tinggal yang runtuh. Kami sedang menangani semuanya dengan segala yang kami miliki dalam hal keamanan, bantuan sipil. Dinas pemadam kebakaran dan polisi semuanya telah diaktifkan,” kata Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello.
(dna)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Madonna Cerita Biopiknya Batal gegara Ribut Soal Bujet
Baca lagi: Adele Kembali ke Studio Rekaman, Garap Musik Baru
Baca lagi: Kembali Perkuat Brasil usai 980 Hari, Neymar Menangis


