
Jakarta, USA Magazine Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
meninggalkan
Turki
seusai menghadiri KTT NATO pada Rabu (8/7) malam menggunakan Air Force One lama, alih-alih Boeing 747-8 baru yang disumbangkan Qatar.
Perubahan detail perjalanan kenegaraannya ini berlangsung kala AS kembali berperang dengan Iran usai melancarkan serangan terbaru ke negara Islam itu di saat gencatan senjata pada Selasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah sumber Gedung Putih menuturkan pergantian pesawat sang presiden ini dilakukan atas permintaan Dinas Rahasia AS (Secret Service) sebagai langkah pengamanan menyusul perang AS-Iran memanas lagi.
Dikutip
The New York Times
, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung membenarkan bahwa perubahan ini diperlukan terlebih ketika AS sedang berkonflik dan banyak “musuh” yang berusaha menjadikan presiden target serangan.
Ia mengatakan “Air Force One yang baru merupakan pesawat berteknologi mutakhir yang telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi untuk menjamin keselamatan presiden dan seluruh stafnya.”
“Seperti yang baru-baru ini disampaikan presiden, ada banyak musuh Amerika yang menjadikannya sebagai target. Karena itu kami menggunakan setiap cara yang kami miliki-termasuk pengalihan perhatian dan penyamaran-untuk menghadapi ancaman tersebut,” ucap Cheung.
Saat meninggalkan Ankara, Trump menaiki pesawat lama dengan sangat cepat, bahkan sebelum para jurnalis yang ikut dalam rombongan sempat menyaksikan atau memotret dirinya menaiki tangga pesawat, sebagaimana biasanya. Seluruh penumpang di dalam pesawat juga diminta menutup tirai jendela sebelum lepas landas.
Pesawat tersebut mendarat di Mildenhall pada Rabu malam, dan setelah itu Trump berpindah ke pesawat baru untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Washington.
Setelah meninggalkan Ankara, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa kemungkinan mereka diminta menutup tirai jendela karena mereka sedang berada di “pesawat yang berbahaya” akibat ancaman dari Iran.
Berbeda dengan Cheung, sejumlah sumber yang mengetahui kemampuan pesawat baru tersebut menuturkan perubahan pesawat presiden dilakukan karena Air Force One yang baru belum memiliki seluruh kemampuan terutama soal keamanan yang dimiliki pesawat lama.
Pesawat Air Force One lama secara luas diketahui dilengkapi sistem yang dirancang untuk membutakan rudal antipesawat yang datang, serta perangkat “chaff” yang dapat ditembakkan untuk mengelabui rudal dan mengalihkan lintasannya.
Menurut sumber-sumber itu, keputusan mengganti pesawat saat Trump meninggalkan Turki merupakan langkah pencegahan atas saran Secret Service, bukan karena adanya ancaman keamanan yang spesifik.
Trump sebelumnya menggunakan Air Force One baru saat terbang menuju Turki pada Senin malam. Namun setelah ia tiba, perang dengan Iran kembali memanas usai AS melancarkan serangkaian serangan ketika Trump sedang menghadiri KTT NATO di Ankara, sekitar 1.600 kilometer dari Iran.
Pada Rabu, Trump membantah bahwa pergantian pesawat dilakukan karena alasan keamanan. Ia mengatakan keputusan itu diambil agar pesawat baru dapat berangkat lebih awal dan singgah di sejumlah pangkalan militer AS untuk dipamerkan kepada para prajurit karena pesawat tersebut “luar biasa.”
Namun ketika ditanya para wartawan di Ankara mengenai alasan pergantian tersebut, Trump berkali-kali menegaskan bahwa dirinya merupakan target nomor satu Iran. Bahkan pada satu kesempatan ia menyebut telah melihat atau menerima pengarahan mengenai daftar target Iran dalam beberapa hari terakhir.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video USA Magazine]
Baca lagi: Detail KPop Demon Hunters Sing-Along di Jakarta Akhir Pekan Ini
Baca lagi: Kemnaker Prediksi Pendaftar Magang Hub Angkatan 2 Tembus 600 Ribu
Baca lagi: Kasus Cibitung-Tamansari, KPAI Sorot Perbudakan dan Eksploitasi Anak



8 Responses
Sebuah karya tulis yang sangat matang, responsif terhadap dinamika global, dan sarat akan nilai edukasi premium https://crookedtimber.org/2004/05/26/passion-of-the-present/
Penulis secara brilian mereduksi ambiguitas konseptual melalui eksposisi data primer yang sangat valid dan akuntabel https://crookedtimber.org/page/762/?p=yguavbka
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200923326 karena mirip-mirip pembahasannya.
Sebuah kontribusi pemikiran yang fundamental; artikel ini sangat mumpuni dalam menaikkan level kecerdasan literasi pembacanya https://crookedtimber.org/author/chris-bertram/page/115/?bset=0003%3F
Kontennya informatif dan terasa nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga mengikuti referensi melalui [http://sunsite.icm.edu.pl/pub/Linux/Documentation/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Deutsch/July2002/article245.shtml](http://sunsite.icm.edu.pl/pub/Linux/Documentation/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Deutsch/July2002/article245.shtml).
Pembahasannya terasa objektif sehingga nyaman dibaca tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan. Saya juga melihat [http://ftp.ntua.gr/mirror/linux-docs/linux-doc-project/linuxfocus/Deutsch/July2002/article245.shtml](http://ftp.ntua.gr/mirror/linux-docs/linux-doc-project/linuxfocus/Deutsch/July2002/article245.shtml).
Membaca artikel ini terasa seperti mendapatkan penjelasan langsung dari orang yang memahami topiknya. Saya juga sempat mengunjungi [https://www.bloggang.com/viewdiary.php?id=gsang5&group=2](https://www.bloggang.com/viewdiary.php?id=gsang5&group=2).
Penulis menolak simplifikasi dangkal, melainkan mengajak kita menelusuri labirin fenomena ini dengan kompas metodologi yang sah. https://teknokrat.ac.id/pentingnya-membiasakan-membaca-bagi-mahasiswa/